Senin, 29 November 2010

Lirik lagu "Prikitiw bye bye"

Cape cape cape deh
Pacaran sama kamu
Banyak kali aturan
Banyak kali larangan
Bete bete betenya aku
Pacaran sama elooo!!

Berabe berabe be…
Pacaran sama kamu
Egomu kelewatan
Narsismu kebablasan

Lebay lebaynya kamu
Pacaran sama akuuu!!

Kau atur, atur, hidupku semau-maumu
Mengapa sih lo, berlagak belagu.. banget
Kau atur, atur, hidupku sesuka-sukamu
Mengapa sih lo, nyebelin banget..

Bubar bubarlah saja
Putus putuslah saja
Siapa, siapa takut
Kalau kita putus

Pergi pergilah sana
Minggir, minggirlah sana
Aku mau mau cabut
And goodbye
Bye bye bye bye
Bye bye bye bye bye

*Daripada aku pusing mikirin kamu
Lebih baik aku pergi jauh darimu
Hanya satu kata aku bilang padamu
Prikitiew Prikitiew Prikitiew a..a

*Ca ca ca aku capek
Pacaran sama kamu
Banyak kali aturan
Banyak kali rintangan
Aku bete
Hanya satu kata prikitiew

Berabe berabe be…
Pacaran sama kamu
Egomu kelewatan
Narsismu kebablasan

Lebay lebaynya kamu
Pacaran sama akuuuu!!

Kau atur, atur, hidupku semau-maumu
Mengapa sih lo, berlagak belagu.. banget
Kau atur, atur, hidupku sesuka-sukamu
Mengapa sih lo, nyebelin bangeeet!

Bubar bubarlah saja
Putus putuslah saja
Siapa siapa takut
Kalau kita putus

Pergi pergilah sana
Minggir, minggirlah sana
Aku mau mau cabut
And goodbye
Bye bye bye bye

Kau atur, atur, hidupku semau-maumu
Mengapa sih lo, berlagak belagu banget
Kau atur, atur, hidupku sesuka-sukamu
Mengapa sih lo, nyebelin bangeeet

Bubar bubarlah saja
Putus putuslah saja
Siapa siapa takut
Kalau kita putus

Pergi pergilah sana
Minggir, minggirlah sana
Aku mau mau cabut
And goodbye
Bye bye bye bye
Bye bye bye bye bye

Senin, 15 November 2010

Sule diramal mbah surip jadi penyanyi tenar

Kapanlagi.com - Pelawak Sule membantah jika dikatakan terjun ke dunia musik hanya lantaran aji mumpung. Karena pelawak asal Bandung, Jawa Barat itu sebelum melawak juga telah memiliki kemampuan menyanyi."Nggak aji mumpung, sebelumnya saya sudah nyoba di rock, blues, dangdut, kebetelulan ada tawaran jadi saya ambil kesempatan itu. Saya jalani kegiatan musik ini, karena saya suka dengan musik waktu kecil, saya suka ngisi-ngisi acara," ungkap Sule, di Resto Serundeng, Jl. Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (27/10).
Bahkan Sule pun mengaku pernah bernyanyi bareng almarhum Mbah Surip, dan sempat diramal akan dikenal luas sebagai seorang penyanyi. Kini pun terbukti lewat lagu Susis, Sule mulai dikenal sebagai seorang penyanyi.
"Saya juga pernah diajak nyanyi sama Mbah Surip. Alhamdulillah apa yang dikatakan Mbah Surip benar, saya bisa dikenal untuk musik," terangnya.
Sule telah merilis album berjudul PRIKITIEW, yang terdiri dari 8 lagu, di antaranya Susis, Senyumlah Ibu, Sinyal Cinta, Bola Salju, Oh Kekasihku, dan lain-lain.

SULE BELUM BERNIAT PINDAH KE JAKARTA


Kapanlagi.com - Nama yang semakin melambung, membuat komedian Sule semakin disibukkan dengan jadwal yang padat. Apalagi statusnya juga sebagai seorang penyanyi, yang kerap mendapat job, baik on air maupun off air. Namun demikian Sule belum berniat pindah tempat tinggal tetap di Jakarta. Istri dan ketiga anaknya, masih tinggal di Bandung, sementara dirinya dua minggu sekali pulang.
"Kebetulan istri saya juga nggak betah tinggal di Jakarta. Keluarga saya juga sudah biasa ditinggal-tinggal untuk nyari duit. Dua minggu sekali saya pulang ke Bandung kumpul sama keluarga," tegas Sule saat ditemui di Resto Serundeng, Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, Rabu (27/10).
Sementara saat ditanya soal honor, Sule yang saat itu meluncurkan album PRIKITIEW, menolak menjawab. Baginya semua, termasuk lagu-lagunya dinikmati sebagai rahmat dari Tuhan.
"Kalau itu saya nggak pernah tahu. Itu asisten saya yang nego. Alhamdulillah ini anugerah yang luar biasa Susis diminati banyak orang. Ibu-ibu, anak-anak pada suka," pungkasnya.

Sabtu, 13 November 2010

Lirik lagu "Be Happy" by Sule

  Roda dunia berputar
  Ada siang dan malam
  Senang susah biasa
  Itulah kehidupan
  Don't worry be happy now                
  Please don't make your high a know (2x)

  Go..go..goyang rame rame
  Go..go..goyang happy happy
  Janganlah melamun saja
  Entar dikira ego..go

  Go..go goyang rame rame
  Go..go goyang happy happy
  Lupakanlah masa lalu
  Kite pede aje..

  *Kamu kamu jangan buruk sungka
  Apalagi yang pada bete
  Mari kita bergembira bersama sama
  Bernyanyi bersama*

  *Hei kamu kamu
  Semuanya janganlah bersedih
  Mari kita bergoyang
  Mari kita happy
  Semuanya bergembira bersama 
  Prikitiww!!*

(diulang dua kali)



maaf aja klo banyak yang salah
karena belum banyak yang tahu lirik lagu ini

Jumat, 22 Oktober 2010

Lirik lagu Bola Salju-Sule

   Cintaku kepadamu bagaikan bola salju
   Bergulir-gulir semakin kencang
   Rinduku kepadamu bagaikan bola salju
   Waktu ke waktu kian membesar

* Dimanapun kau berlari
   Takkan ku lelah mengejarmu
   Dan walau pun kau menghindar
   Takkan ku bosan untuk bersabar

Reff:
   Aku lelaki sejati, cintaku tak akan mati
   Aku lelaki perkasa, cintaku tak kenal dusta
   Cintaku kepadamu bagaikan bola salju
   Cintaku kepadamu sesuci bola salju

Repeat *
Repeat reff [2x]

Minggu, 17 Oktober 2010

OPERA VAN JAVA


                       Opera van Java adalah sebuah acara komedi di stasiun televisi Indonesia, Trans 7. Ide acara ini adalah seperti pertunjukan wayang orang pada kebudayaan Jawa. Para wayang itu diperankan oleh beberapa pelawak terkenal, seperti Nunung Srimulat, Azis Gagap, dan Sule. Selain wayang, juga terdapat dalang yang diperankan oleh Parto Patrio serta para pemain gamelan dan sinden. Uniknya, hanya dalang yang mengetahui jalan ceritanya. Bintang tamu juga kerap ditampilkan pada tiap episodenya.

                       Walaupun ide dasarnya adalah pewayangan, namun cerita yang diangkat tak melulu cerita-cerita rakyat Indonesia, tapi bisa juga cerita dari negara lain, seperti Cinderella dan Sun Go Kong. Pada akhir acara, Ki Dalang Parto Patrio selalu mengucapkan pantun khas Opera van Java yang berbunyi: Di sana gunung, di sini gunung, di tengahnya Pulau Jawa. Wayangnya bingung, dalangnya juga bingung, yang penting bisa ketawa. Ketemu lagi di Opera van Java...Yaa..Eeee....

berikut adalah data pribadi masing-masing pemain OVJ:


1. Aziz Gagap

Opera van java menjadi tv show yang merebut perhatian pemirsa belakangan ini.
Hal ini dilatar belakangi oleh aksi lucu yang selalu terjadi di Opera Van Java.
Terutama pada saat penampilan Aziz Gagap.
Berikut Biodata Aziz Gagap yang masih belum lengkap karena keterbatasan data

Aziz Gagap seorang pelawak pendatang baru, di jagat hiburan indonesia.
Mempunyai karakter seorang yang Gagap, jarang loh pelawak yang make gaya Gagap sekarang ini.
Makanya kehadiran Aziz Gagap membuat nuansa baru di dunia lawak.
Aziz Gagap menjadi populer semanjak penampilannya bersama Sule dan Andre Taulany di Opera Van Java.
Semenjak itu namanya menjadi perbincangan di warung kopi, seiring kesuksesan dari Opera Van Java itu sendiri.
Saat ini Aziz Gagap juga menjadi Presenter di acara musik di SCTV, bersama Indra Bekti dan Cathy Sharon di Acara Play List.
Saksikan penampilan Aziz Gagap di Opera Van Java dan bergabung di Aziz Gagap Fansclub di Facebook.

2. Sule

Sule bernama asli Entis Sutisna, sejak bersekolah di SMKI atau sekolah karawitan ia sudah menunjukkan bakat seninya. setelah tamat dari SMKI ia melanjutkan pendidikan di STSI Bandung. Selain mempunyai keahlian dalam olah vokal, Sule pun menguasai berbagai alat musik tradisional, seperti suling, kecapi, kendang dan rebab. Awalnya, ia dikenal sebagai pelawak dari panggung ke panggung disekitar Bandung. Ketika ada audisi pelawak TPI, ia membentuk grup lawak SOS, bersama Oni dan Sogi, teman kampusnya. SOS pun memenangi audisi tersebut, akhirnya Sule bisa terkenal hingga sekarang.

3. Andre Taulany

Andre Taulany, akrab disapa dengan Andre, lahir di Jakarta, 17 September 1974 dari pasangan Robby Haumahu dan Rasidah Hanum Hasibuan.
Setelah bergabung dengan grup band Stinky, nama Andre lebih terkenal dengan Andre Stinky.

4. Parto Patrio

Parto dikenal sebagai sosok komedian yang populer dengan grupnya, Patrio. Pria yang memiliki nama asli Eddy Supono ini, bersama Eko Patrio dan Akri Patrio, mendirikan grup lawak ini pada 10 Oktober 1994, dan beberapa kali tampil membintangi sinetron komedi.

5. Nunung Srimulat

Nunung adalah pelawak perempuan yang namanya melejit lewat sinetron SI DOEL ANAK SEKOLAHAN. Sebelumnya, perempuan bernama lengkap Tri Retno Prayudati ini bergabung dengan grup lawak Srimulat. Wanita kelahiran Solo, 5 April 1964 mendapat penghargaan dari ajang Anugerah Panasonic Award tahun 1999 dengan predikat Pemeran Komedi Wanita Terfavorit.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Asal usul bahasa Sunda

                Bahasa Sunda merupakan bahasa yang diciptakan dan digunakan oleh orang Sunda dalam berbagai keperluan komunikasi kehidupan mereka. Tidak diketahui kapan bahasa ini lahir, tetapi dari bukti tertulis yang merupakan keterangan tertua, berbentuk prasasti berasal dari abad ke-14.
               Prasasti dimaksud di temukan di Kawali Ciamis, dan ditulis pada batu alam dengan menggunakan aksara dan Bahasa Sunda (kuno). Diperkirakan prasasti ini ada beberapa buah dan dibuat pada masa pemerintahan Prabu Niskala Wastukancana (1397-1475).
               Salah satu teks prasasti tersebut berbunyi “Nihan tapak walar nu siya mulia, tapak inya Prabu Raja Wastu mangadeg di Kuta Kawali, nu mahayuna kadatuan Surawisأ©sa, nu marigi sakuliling dayeuh, nu najur sakala dأ©sa. Ayama nu pandeuri pakena gawأ© rahayu pakeun heubeul jaya dina buanaâ€‌ (inilah peninggalan mulia, sungguh peninggalan Eyang Prabu Adipati Wastukentjana yang bertakhta di Kota Kawali, yang memperindah keraton Surawisesa, yang membuat parit pertahanan sekeliling ibukota, yang menyejahterakan seluruh negeri. Semoga ada yang datang kemudian membiasakan diri berbuat kebajikan agar lama berjaya di dunia).
Dapat dipastikan bahwa Bahasa Sunda telah digunakan secara lisan oleh masyarakat Sunda jauh sebelum masa itu. Mungkin sekali Bahasa Kw’un Lun yang disebut oleh Berita Cina dan digunakan sebagai bahasa percakapan di wilayah Nusantara sebelum abad ke-10 pada masyarakat Jawa Barat kiranya adalah Bahasa Sunda (kuno), walaupun tidak diketahui wujudnya.
Bukti penggunaan Bahasa Sunda (kuno) secara tertulis, banyak dijumpai lebih luas dalam bentuk naskah, yang ditulis pada daun (lontar, enau, kelapa, nipah) yang berasal dari zaman abad ke-15 sampai dengan 180. Karena lebih mudah cara menulisnya, maka naskah lebih panjang dari pada prasasti. Sehingga perbendaharaan katanya lebih banyak dan struktur bahasanya pun lebih jelas.
Contoh bahasa Sunda yang ditulis pada naskah adalah sebagai berikut:
  • Berbentuk prosa pada Kropak 630 berjudul Sanghyang Siksa Kandang Karesian (1518) “Jaga rang hأ©أ©s tamba tunduh, nginum twak tamba hanaang, nyatu tamba ponyo, ulah urang kajongjonan. Yatnakeun maring ku hanteuâ€‌ (Hendaknya kita tidur sekedar penghilang kantuk, minum tuak sekedar penghilang haus, makan sekedar penghilang lapar, janganlah berlebih-lebihan. Ingatlah bila suatu saat kita tidak memiliki apa-apa!)
  • Berbentuk puisi pada Kropak 408 berjudul Sأ©waka Darma (abad ke-16) “Ini kawih panyaraman, pikawiheun ubar keueung, ngaranna pangwereg darma, ngawangun rasa sorangan, awakaneun sang sisya, nu huning Sأ©waka Darmaâ€‌ (Inilah Kidung nasihat, untuk dikawihkan sebagai obat rasa takut, namanya penggerak darma, untuk membangun rasa pribadi, untuk diamalkan sang siswa, yang paham Sewaka Darma).

Tampak sekali bahwa Bahasa Sunda pada masa itu banyak dimasuki kosakata dan dipengaruhi struktur Bahasa Sanskerta dari India. Setelah masyarakat Sunda mengenal, kemudian menganut Agama Islam, dan menegakkan kekuasaan Agama Islam di Cirebon dan Banten sejak akhir abad ke-16. Hal ini merupakan bukti tertua masuknya kosakata Bahasa Arab ke dalam perbendaharaan kata Bahasa Sunda.
Di dalam naskah itu terdapat 4 kata yang berasal dari Bahasa Arab yaitu duniya, niyat, selam (Islam), dan tinja (istinja). Seiring dengan masuknya Agama Islam kedalam hati dan segala aspek kehidupan masyarakat Sunda, kosa kata Bahasa Arab kian banyak masuk kedalam perbendaharaan kata Bahasa Sunda dan selanjutnya tidak dirasakan lagi sebagai kosakata pinjaman.
Kata-kata masjid, salat, magrib, abdi, dan saum, misalnya telah dirasakan oleh orang Sunda, sebagaimana tercermin pada perbendaharaan bahasanya sendiri. Pengaruh Bahasa Jawa sebagai bahasa tetangga dengan sesungguhnya sudah ada sejak Zaman Kerajaan Sunda, sebagaimana tercermin pada perbendaharaan bahasanya. Paling tidak pada abad ke-11 telah digunakan Bahasa dan Aksara Jawa dalam menuliskan Prasasti Cibadak di Sukabumi. Begitu pula ada sejumlah naskah kuno yang ditemukan di Tatar Sunda ditulis dalam Bahasa Jawa, seperti Siwa Buda, Sanghyang Hayu.
Namun pengaruh Bahasa Jawa dalam kehidupan berbahasa masyarakat Sunda sangat jelas tampak sejak akhir abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-19 sebagai dampak pengaruh Mataram memasuki wilayah ini. Pada masa itu fungsi Bahasa Sunda sebagai bahasa tulisan di kalangan kaum elit terdesak oleh Bahasa Jawa, karena Bahasa Jawa dijadikan bahasa resmi dilingkungan pemerintahan. Selain itu tingkatan bahasa atau Undak Usuk Basa dan kosa kata Jawa masuk pula kedalam Bahasa Sunda mengikuti pola Bahasa Jawa yang disebut Unggah Ungguh Basa.
Dengan penggunaan penggunaan tingkatan bahasa terjadilah stratifikasi social secara nyata. Walaupun begitu Bahasa Sunda tetap digunakan sebagai bahasa lisan, bahasa percakapan sehari-hari masyarakat Sunda. Bahkan di kalangan masyarakat kecil terutama masyarakat pedesaan, fungsi bahasa tulisan dan bahasa Sunda masih tetap keberadaannya, terutama untuk menuliskan karya sastera WAWACAN dengan menggunakan Aksara Pegon.
Sejak pertengahan abad ke 19 Bahasa Sunda mulai digunakan lagi sebagai bahasa tulisan di berbagai tingkat sosial orang Sunda, termasuk penulisan karya sastera. Pada akhir abad ke 19 mulai masuk pengaruh Bahasa Belanda dalam kosakata maupun ejaan menuliskannya dengan aksara Latin sebagai dampak dibukanya sekolah-sekolah bagi rakyat pribumi oleh pemerintah.
Pada awalnya kata BUPATI misalnya, ditulis boepattie seperti ejaan Bahasa Sunda dengan menggunakan Aksara Cacarakan (1860) dan Aksara Latin (1912) yang dibuat oleh orang Belanda. Selanjutnya, masuk pula kosakata Bahasa Belanda ke dalam Bahasa Sunda, seperti sepur, langsam, masinis, buku dan kantor.
Dengan diajarkannya di sekolah-sekolah dan menjadi bahasa komunikasi antar etnis dalam pergaulan masyarakat, Bahasa Melayu juga merasuk dan mempengaruhi Bahasa Sunda. Apalagi setelah dinyatakan sebagai bahasa persatuan dengan nama Bahasa Indonesia pada Tahun 1928. Sejak tahun 1920-an sudah ada keluhan dari para ahli dan pemerhati Bahasa Sunda, bahwa telah terjadi Bahasa Sunda Kamalayon, yaitu Bahasa Sunda bercampur Bahasa Melayu.
Sejak tahun 1950-an keluhan demikian semakin keras karena pemakaian Bahasa Sunda telah bercampur (direumbeuy) dengan Bahasa Indonesia terutama oleh orang-orang Sunda yang menetap di kota-kota besar, seperti Jakarta bahkan Bandung sekalipun. Banyak orang Sunda yang tinggal di kota-kota telah meninggalkan pemakaian Bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari di rumah mereka. Walaupun begitu, tetap muncul pula di kalangan orang Sunda yang dengan gigih memperjuangkan keberadaan dan fungsionalisasi Bahasa Sunda di tengah-tengah masyarakatnya dalam hal ini Sunda dan Jawa Barat. Dengan semakin banyaknya orang dari keluarga atau suku bangsa lain atau etnis lain yang menetap di Tatar Sunda kemudian berbicara dengan Bahasa Sunda dalam pergaulan sehari-harinya. Karena itu, kiranya keberadaan Bahasa Sunda optimis bakal terus berlanjut.